0
Lebaran selalu ditunggu anak - anak. Betapa tidak, kenyataannya anak - anak teramat senang ketika momen lebaran datang. Ada sebuah tradisi yang bisa jadi kesepakatan tidak tertulis apabila ada orang yang bersilaturahmi saat momen lebaran maka anak - anak dari si tamu tersebut akan mendapatkan uang. Bisa dikatakan angpao atau orang Jawa menyebutnya sangu.

Besaran uang yang diberikan tersebut memang beragam tergantung taraf kekayaan dan tentunya keiklasan si pemilik rumah. Dari satu rumah ke rumah lain yang masih bertetangga atau saudara dan bahkan kenalan akan di datangi. Tujuan utama memang bersilaturahmi, namun jauh dibalik itu semua ada sebuah harapan dari orang tua si anak dan juga si anak itu sendiri akan diberkannya uang ( sangu ) dari pemilik rumah. Semakin banyak rumah yang didatangi, maka secara logika akan banyak sangu yang di dapat.


Hemmm.... ini seperti sebuah fenomena tahunan yang menjadi sebuah kegembiraan akan datangnya hari raya. Entah sebelumnya puasa atau tidak tentunya tidak menjadi sebuah alasan untuk bersilaturahmi. Itung - itung setahun sekali dan memang bersilaturahmi sangat dianjurkan oleh ajaran Islam.

Jika anak - anak mendapat sangu, maka tentunya berbeda dengan orang tuanya. Orang tuanya akan cenderung mengeluarkan banyak uang untuk mempersiapkan angpao/sangu untuk tamu yang datang kerumahnya yang utamanya membawa anak.  Bisa dikatakan ini imbal balik, sebab anaknya akan mendapat uang dan orang tuanya mengeluarkan uang. Malah hasil yang di dapat si anak terkadang jauh melebihi apa yang telah dikeluarkan orang tuanya.

Ada acuan tak tertulis, jika si anak tersebut telah dewasa katakanlah usia SMP maka anak tersebut cenderung tidak diberi angpao/sangu, jika pun ada yang ngasih itu biasanya saudara dekat atau orang yang benar - benar kaya.

Maka disini yang bisa kita ambil maknanya adalah Islam itu penuh kebaikan dan kita tidak akan kekurangan rejeki meskipun kita mengeluarkan banyak uang. keiklasan kita lah yang sebenarnya di uji, Semakin kita iklas maka dengan sendirinya rejeki akan datang.

Marilah sejenak kita tela'ah betapa indahnya Ramadan dan segala yang mengikutinya.

Post a Comment

 
Top