0
Selingkuh ? sebuah dilema rumah tangga yang sering kali muncul dan dianggap sebagai pemicu hancurnya tangga. Seakan selingkuh tidak mengenal usia pernikahan, bisa jadi yang baru kemarin sore menikah pun bisa terjebak dalam belenggu perselingkuhan. Apalagi bagi mereka yang telah menjalani pernikahan selama bertahun – tahun tak pelak terjebak pula dalam situasi ini. Janji suci yang telah di bangun pada akhirnya akan gugur seiring datangnya orang ketiga. Maka jika sudah bgini rumah tangga tak akan bisa lagi dipertahankan.

Banyak orang yang selingkuh lebih memilih membela selinguhannya dari pada membela istri/suaminya sendiri. Pembelaan itu di dasari atas rasa sayangnya kepada selingkuhannya dan bahkan mungkin ada fartor lain yang mendorong untuk membela dan mempertahankan selingkuhannya. Marilah kita renungkan sejenak terkait factor – fartor yang mendorong seseorang mempertahankan selinguhannya.

Pertama :
Faktor cantik ataupun tampan menjadi pendorong seseorang untuk mempertahanan selingkuhannya. Apalagi jika pasangannya yang dirumah parasnya tak sebanding dengan selingkuhannya. Berbagai alasan dimunculkan untuk membela selinguhannya tersebut.

Kedua :

Mapan, dalam hal ini  factor ekonomi. Seringkali kedapatan ekonomi selingkuhan lebih mapan, sehingga rela untuk melepasan ikatan pernikahan dan lebih memilih selingkuhannya tersebut. Walau terkadang parasnya masih kalah dengan yang dirumah, namun itu sudah tidak  menjadi hal yang diutamakan. Terpenting ekonomi mapan dan segala kebutuhan bisa terpenuhi.

Ketiga :

Sabar, factor ini muncul biasanya jika si istri/suami lebih cerewet dibanting selingkuhannya. Acap kali seseorang jenuh dengan sikap pasangannya yang selalu cerewet dan seakan mengatur, sehingga kejenuhan tersebut terobati ketika muncul orang ketika yang jauh lebih penyabar dan kalem. Ditambah lagi dengan bumbu – bumbu ucapan dari selinguhannya yang menyejukkan hati, maka tak pelak akan membuat seseorang lupa akan siapa sebnarnya dirinya.


Selain tiga factor yang saya paparkan diatas tentunya masih banyak faktor lain yang membuat seseorang mempertahankan selingkuhannya. Itu semua sebenarnya hanyalah ilusi kehidupan berumah tangga. Apapun alasannya kita harus mempertahankan mahligai rumah tangga. Kalau kita mau berfikir sederhana, itu semua hanyalah godaan belaka. Tentunya godaan tersebut menguji kita sejauh mana keteguhan hati kita dalam menjaga mahligai rumah tangga.

Ingatlah, ketika kita sakit pastinya istri kita yang akan merawat


Post a Comment

 
Top