0
Saat itu Manto sedang jatuh cinta kepada Fin teman satu sekolahnya. Fin memang cantik dan menjadi idola di SMA itu. Manto sendiri cukuplah tampan, namun sedikit slengean dan suka iseng.
Suatu hari Manto menyatakan cintanya kepada Fin, tetapi Fin belum mau berpacaran. Fin masih ingin fokus untuk sekolah. Alhasil Manto sedikit kecewa, meski begitu ia tidak mau kehilangan Fin, ia akan tetap berusaha untuk mendapatkan cinta Fin.



" Fin besok sore kita jalan - jalan yuk ?"
" jalan - jalan kemana ? "
" ya ke seputaran alun - alun, mumpung besok malam minggu "
" boleh deh aku juga lama gak jalan - jalan ".
Hati Manto begitu riang mendapatkan jawaban Fin. Ia pun merancang siasat tentang apa yang akan ia lakukan terhadap Fin nanti untuk mendapatkan cintanya.
Malam minggu pun telah tiba, Manto pun menjemput Fin dengan motornya. Sampai lah mereka di alun - alun yang akhirnya Manto memarkir motornya. Mereka berdua duduk sebentar pada kursi taman, terlihat obrolan dari keduanya.
" ayuk kita naik becak ?" aja Manto sambil berdiri
" ayuk " jawab Fin sambil berdiri dan melangkang menuju abang tukang becak.

Rupanya Manto menyimpan sebuah strategi yang tidak diketahui oleh Fin.
Mereka berdu pun naik becak mengelilingi seputaran alun - alun. Abang tukang becak mengayuh becaknya secara perlahan. Sudah hampir dua putaran dan rupaya siasat Manto akan dilakukannya. Manto dan Fin bercakap - cakap diatas becak itu.
" Manto jangan , gila kamu " 
Rupanya Manto mau mencium Fin dan Fin menghindar ke sisi samping becak itu. Tak pelak becak itu oleng  dan " gubrak " becak itu pun terjungkal menutupi keduanya.
" dik , dik kamu gak apa - apa ? "
" aduh, aduh sakit pak " jawab Manto sambil keluar dari kolong becak itu.
" makanya dik kalau mau ciuman itu jangan diatas becak, ya begini akibatnya " ucap tukang becak sambil tersenyum.
" Iya pak " tampak si Manto meringis kesakitan menahan sakit.

Dasar looo Manto

Post a Comment

 
Top