0

Suatu siang  harimau sedang duduk – duduk dibawah pohon beringin yang rindang. Tampaknya dia sedang sakit.



“ hay Har kamu kenapa ? “ Tanya kancil yang kebetulan lewat dan mengetahui si harimau tampak kurang bersemangat.
“ entahlah cil, badanku terasa tidak enak, perutkku kembung “ jawab harimau sambil memegangi perutnya. 
“ oh kamu mungkin masuk angin Har “
” kok kamu tau Cil ? ”
” ya mungkin saja Har , tetapi kayaknya kamu memang masuk angin ”
” lalu bagaimnana agar sembuh Cil ? ”
“ tenang saja Har , nanti aku bantu “ . Kancil lalu pergi sebentar mengambil  sesuatu. Rupanya kancil mengambil  daun kayu putih yang kemudian ditumbuk dan diambil minyaknya. 

“ sini Har kamu ku obati “. Kancil pun menyuruh harimau berbaring di bawah pohon beringin beralaskan daun pisang raja. Mulailah kancil mengoleskan minyak kayu putih ke badan harimau dan dengan menggunakan kulit kayu, badan harimau itu dikerok pelan – pelan.
” aku kamu apakan Cil ? ”
” ini namanya kerokan , sudah kamu tenang saja Har ”

Setelah beberapa lama akhirnya cukup sudah kerokan yang dilakukan kancil. Perlahan – lahan tubuh harimau terasa enak dan kembungnya hilang. Akan tetapi tubuh harimau menjadi belang – belang karena hasil kerokan.
” cil kancil tubuhku kok jadi begini ”
“ a a aku tidak tau Har “
“ Huaaaaaaaarrrrrrrrrrrrr “ harimau menjadi marah melihat tubuhnya menjadi belang – belang. 

Mulai saat itu harimau sangat memusuhi kancil dan mulai saat itu pula tubuh harimau menjadi belang atau orang mengenalnya menjadi loreng.

Cerita ini hanya fiktif belaka.

Post a Comment

 
Top