0
Burung pelatuk dan burung betet selalu bermusuhan dan saling iri. Suatu hari burung pelatuk melakukan aktivitasnya yaitu mematuk batang kayu. Ia berusaha mencari makanan dari batang - batang kayu yang ada di hutan. " hentikan ! Kalau kayu terus kau lobangi nanti akan patah " bentak burung betet hingga membuat burung pelatuk kaget. " aku ini sedang cari makan " jawab burung pelatuk sambil berkacak pinggang. " kamu boleh cari makan, tapi caramu tidak begitu " ucap burung betet dengan nada kesal. " halah kamu iri kan paruhmu tak sekuat paruhku " ejek burung pelatuk.

Maka pulanglah burung betet sambil menyimpan dendam " awas kau akan tau nanti bahwa paruhku lebih kuat " dengan wajah yang tampak memerah burung betet bergegas menuju rumahnya.

Keesokan harinya burung betet menuju pinggir hutan dekat jalan besar. Mula - mula dia tengok kanan dan kiri untuk memastikan bahwa tidak ada burung pelatuk disitu. " ah itu akan aku buat tempat berlatih ". Berlatihlah burung betet sendiri di pinggir jalan besar. " tiiiing tiiiing tinggg ". Berkali - kali burung betet mematuk - matukkan paruhnya " tiiiing tiiiing tiiiing " " auh sakit paruhku sakit sekali " ucap burung betet sambil memegangi paruhnya.

 Tanpa sengaja burung pelatuk lewat di jalan itu dan melihat burung betet lalu mendekatinya " hahahaha kenapa paruhmu kok jadi bengkok ? " tanya burung pelatuk. Dengan kesalnya burung betet menjawab " itu aku tadi mematuk - matuk itu ". Lalu dilihatlah benda yang dipatuk oleh burung betet tadi. " hahahaha dasar burung betet sok jagoan loo, ini namanya tiang telephon terbuat dari besi, pantas saja paruhmu jadi bengkok ". Betapa kagetnya burung betet mendengar penjelasan dari burung pelatuk. Menyesallah burung betet karena dia termakan emosinya sendiri. Mulai saat itu paruhnya menjadi bengkok.

*ini hanya cerita fiktif belaka.

Post a Comment

 
Top