0
Hari - hari ini masyarakat Indonesia khususnya para pemudanya disibukkan dengan mendaftarkan diri untuk sedapatnya menjadi calon PNS. Serbuan via online melalui situs yang telah disiapkan BKN menjadi sebuah perlombaan yang nantinya bakal terseleksi bagi mereka yang memenuhi syarat. Tidak hanya itu saja, setelah mendaftar mereka yang terdaftar harus mengikuti seleksi sehingga hanya tersisa orang - orang yang terpilih. Memang bagi masyarakat kita, menjadi Pegawai terkesan keren dan memiliki wibawa lebih. Seorang pegawai itu terlihat keren karena memakai seragam dan rasi serta penampilannya yang menawan. Dianggap memiliki wibawa karenan konon katanya memiliki uang yang banyak dan berperilaku baik.

Kalau memiliki uang banyak sebenarnya tidak juga. Gaji PNS itu berapa sih ? masih kalah dengan pengusaha. Toh nyatanya para PNS banyak yang menyekolahkan SK nya ( *bahasa sindiran ) ke Bank untuk meminjam uang yang mana hasil pinjamannya tersebut digunakan untuk membangun rumah atau membeli mobil bahkan juga untuk menutupi hutang sebelumnya. Lalu banyak uang darimana?

Memang jika seorang PNS tersebut masih belum menikah atau bujangan maka banyak yang ingin menjadikannya menantu. Tidak bisa dipungkiri utamanya di daerah pedesaan, memiliki menantu seorang pegawai itu sangat membanggakan. Sudut pandangnya adalah ketika seseorang tersebut menjadi pegawai dalam hal ini PNS segala hal dapat dimiliki. Rumah megah berpagar besi, mobil mentereng dan seabrek pemikiran tentang hebatnya jika memiliki menantu PNS. Walau kenyataannya kadang jauh dari pemikiran tersebut.


Padahal jika melihat kenyataan yang ada gaji PNS itu masih kalah dengan pedapatan pedagang sayur keliling.
Bukan hanya itu saja status sosial dimasyakat pun akan meningkat manakala menjadi PNS. Menjadi PNS cenderung dihormati, ini lebih karena anggapan bahwa seorang PNS itu memiliki kecerdasan diatas rata - rata dibanding yang lain walau kenyataannya banyak yang menggunakan cara - cara kilat untuk menjadi PNS terebut.

Terlepas dari itu semua bagi saya sendiri bercita - cita menjadi PNS itu malah membatasi diri dari kreatifitas diri. Cenderung berharap terhadap sesuatu yang belum pasti dan dengan segudang persyarakat yang harus dipenuhi mulai dari jasah yang relevan sampai pengabdian sebagai bahan pertimbangan. Namun, sebagian dari kita terlah terhipnotis bahwa PNS lebih berwibawa. Andai saja mau berfikir lebih santai dalam diri kita memiliki potensi yang luar biasa jika mau mengekplornya. Jadi apakah kita akan menunggu ketidakpastian atau mencoba mengekplor diri melalui kreatifitas dan usaha lain ? Yah itu semua kembali pada pribadi masing - masing

Post a Comment

 
Top