0
Berbondong - bondonglah para binatang pergi ke lapangan yang ada ditengah hutan untuk menyaksikan hiburan musik dangdut. Ribuan binatang telah berkumpul termasuk salah satunya adalah bebek. Udara sedikit panas bercampur dengan adanya debu yang beterbangan.

Awalnya hiburan dangdut berjalan dengan damai dan tenang. Tiba - tiba saja ketenangan itu menjadi kericuan antar penonton yang datang. " tenang, tenang, semuanya tenang " terdengar sang MC memberikan arahan dari atas panggung. Suasana semakin tak terkendali. Kericuhan semakin meluas.
Bebek yang saat itu berada di tengah - tengah penonton menjadi panik. Ia sudah tidak bisa kemana - mana karena padatnya penonton. Kericuan semakin menjadi dan menimbulkan tawuran masal. Penonton saling berdesakan ,saling dorong dan saling menyelamatkan diri. Tubuh bebek yang kecil membuatnya harus terjatuh karena kalah dengan yang lain.

Pada akhirnya bebek benar - benar terjatuh ke tanah dan tiada yang peduli. Penonton semakin histeris, bebek pun terinjak - injak. " aduh sakit tolooong tolooong " teriak bebek meski tak ada yang mendengar.

Selang beberapa jam kericuan itupun berhenti dan para binatang sudah banyak yang pergi dari lapangan itu. " bek bebek bangun bek " si Ayam mencoba membangunkan bebek yang sedang pingsan. Bebek perlahan siuman dari pingsannya dan dia pun merasa kesakitan di seluruh tubuhnya. " loh paruhmu kok jadi gitu " ayam memberitahu kepada bebek dengan sedikit kaget.
" aduh paruhku kok jadi begini ?" melihat paruhnya yang menjadi tidak seperti biasanya bebek pun menangis. Sambil menangis iya berkata " weh weh weh weh weh "
Itulah kenapa paruh bebek menjadi besar dan lebar serta suaranya menjadi wek wek wek.
* cerita ini hanya fiktif belaka.
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment

 
Top